Home » » Berpegang Al Quran & As Sunnah, Mengikuti Salafus Shalih Ali Imran

Berpegang Al Quran & As Sunnah, Mengikuti Salafus Shalih Ali Imran

Berpegang Dengan Al Quran Dan As Sunnah, Mengikuti Atsar Salafus Shalih, Dan Menjauhi Bid’ah
1. Allah Ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dgn sebenar-benar takwa & janganlah kamu mati kecuali dlm keadaan Muslim. Dan berpeganglah kamu semua dgn tali Allah & jangan berpecah-belah. Dan ingatlah nikmat Allah terhadapmu ketika kamu saling bermusuhan maka Dia satukan hati kamu lalu kamu menjadi bersaudara dgn nikmat-Nya & ingatlah ketika kamu berada di bibir jurang neraka lalu Dia. selamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat-Nya agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran : 102-103)
2. Allah Ta’ala berfirman :
“Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia & jangan kamu ikuti jalan-jalan (lainnya) sebab jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah berwasiat kepada kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa.” (QS. Al An’am : 153)
3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Berpeganglah dgn sunnahku & sunnah Khulafaur Rasyidin yang terbimbing, gigitlah dgn gerahammu & hati-hatilah kamu terhadap perkara yang baru karena sesungguhnya setiap bid’ah itu adalah sesat.” (HR. Ahmad 4/126, At Tirmidzy 2676, Al Hakim 1/96, Al Baghawy 1/205 nomor 102)
4. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
Sesungguhnya Allah meridlai tiga perkara utk kamu –di antaranya beliau bersabda– : “ … & hendaknya kamu semua berpegang dgn tali Allah.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Baghawy 1/202 nomor 101)
5. Hudzaifah bin Al Yaman radliyallahu ‘anhu berkata :
“Hai para Qari’ (pembaca Al Quran) bertaqwalah kepada Allah & telusurilah jalan orang-orang sebelum kamu sebab demi Allah seandainya kamu melampaui mereka sungguh kamu melampaui sangat jauh & jika kamu menyimpang ke kanan & ke kiri maka sungguh kamu telah tersesat sejauh-jauhnya.” (Al Lalikai 1/90 nomor 119, Ibnu Wudldlah dlm Al Bida’ wan Nahyu ‘anha 17, As Sunnah Ibnu Nashr 30)
6. Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata :
“Ikutilah & jangan berbuat bid’ah! Sebab sungguh itu telah cukup bagi kalian. Dan (ketahuilah) bahwa setiap bid’ah adalah sesat.” (Ibnu Nashr 28 & Ibnu Wudldlah 17)
7. Imam Az Zuhry berkata, ulama kita yang terdahulu selalu mengatakan :
“Berpegang dgn As Sunnah itu adalah keselamatan. Dan ilmu itu tercabut dgn segera maka tegaknya ilmu adalah kekokohan Islam sedangkan dgn perginya para ulama akan hilang pula semua itu (ilmu & agama).” (Al Lalikai 1/94 nomor 136 & Ad Darimy 1/58 nomor 16)
8. Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata :
“Berpeganglah kamu dgn ilmu (As Sunnah) sebelum diangkat & berhati-hatilah kamu dari mengada-adakan yang baru (bid’ah) & melampaui batas dlm berbicara & membahas suatu perkara, hendaknya kalian tetap berpegang dgn contoh yang telah lalu.” (Ad Darimy 1/66 nomor 143, Al Ibanah Ibnu Baththah 1/324 nomor 169, Al Lalikai 1/87 nomor 108, & Ibnu Wadldlah 32)
9. Dan ia juga mengatakan bahwa :
“Sederhana dlm As Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh di dlm bid’ah.” (Ibnu Nashr 30, Al Lalikai 1/88 nomor 114, & Al Ibanah 1/320 nomor 161)
10. Sa’id bin Jubair (murid & shahabat Ibnu Abbas) berkata –mengenai ayat– :
“Dan beramal shalih kemudian mengikuti petunjuk.” (QS. Thaha : 82)
Yaitu senantiasa berada di atas As Sunnah & mengikuti Al Jama’ah. (Al Ibanah 1/323 nomor 165 & Al Lalikai 1/71 nomor 72)
11. Imam Al Auza’i berkata :
“Kami senantiasa mengikuti sunnah kemanapun ia beredar.” (Al Lalikai 1/64 nomor 47)
12. Imam Ahmad bin Hambal berkata :
“Berhati-hatilah kamu jangan sampai menulis masalah apapun dari ahli ahwa’ sedikit atau pun banyak. Dan berpeganglah dgn Ahli Atsar & Sunnah.” (As Siyar 11/231)
13. Umar bin Abdul Aziz dlm risalahnya utk salah seorang aparatnya mengatakan :
Dari Umar bin Abdul Aziz Amirul Mukminin kepada Ady bin Arthaah :
“Segala puji hanya bagi Allah yang tak ada sesembahan yang haq kecuali Dia.
Kemudian daripada itu :
Saya wasiatkan kepadamu, bertaqwalah kepada Allah & sederhanalah dlm (menjalankan) perintah-Nya & ikutilah sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam & tinggalkanlah apa yang diada-adakan ahli bid’ah terhadap sunnah yang telah berlalu & tak mendukungnya, tetaplah kamu berpegang dgn sunnah karena sesungguhnya ia telah diajarkan oleh orang yang tahu bahwa perkara yang menyelisihinya adalah kesalahan atau kekeliruan, kebodohan, & keterlaluan (ghuluw). Maka ridlailah utk dirimu apa yang diridlai oleh kaum itu (shahabat) utk diri mereka sebab mereka sesungguhnya berhenti dgn ilmu & menahan diri dgn bashirah yang tajam & mereka dlm menyingkap hakikat segala perkara lebih kuat (mampu) apabila di dalamnya ada balasan yang baik. Jika kamu mengucapkan bahwa ada suatu perkara yang terjadi sesudah mereka maka ketahuilah tak ada yang mengada-adakan sesuatu sesudah mereka melainkan orang-orang yang mengikuti sunnah yang bukan sunnah mereka (shahabat) & menganggap dirinya tak membutuhkan mereka. Padahal para shahabat itu adalah pendahulu bagi mereka. Mereka telah berbicara mengenai agama ini dgn apa yang mencukupi & mereka telah jelaskan segala sesuatunya dgn penjelasan yang menyembuhkan, maka siapa yang lebih rendah dari itu berarti kurang & sebaliknya siapa yang melampaui mereka berarti memberatkan. Maka sebagian manusia ada yang telah mengurangi hingga mereka kaku sedangkan para shahabat itu berada di antara keduanya yaitu di atas jalan petunjuk yang lurus.” (Asy Syari’ah 212)
14. Ibnu Baththah berkata :
“Sungguh demi Allah, alangkah mengagumkannya kecerdasan kaum itu, betapa jernihnya pikiran mereka, & alangkah tingginya semangat mereka dlm mengikuti sunnah nabi mereka & kecintaan mereka telah mencapai puncaknya hingga mereka sanggup utk mengikutinya dgn cara seperti itu. Oleh sebab itu ikutilah tuntunan orang-orang berakal seperti mereka ini –wahai saudara-saudaraku– & telusurilah jejak-jejak mereka niscaya kalian akan berhasil menang & jaya.” (Al Ibanah 1/245)
15. Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata :
“Tetaplah kamu beristiqamah & berpegang dgn atsar serta jauhilah bid’ah.” (Al I’tisham 1/112)
16. Al Auza’i berkata :
“Berpeganglah dgn atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia menolakmu & jauhilah pendapatnya orang-orang (selain mereka) meskipun mereka menghiasi perkataannya terhadapmu.” (Asy syari’ah 63)
(Sumber : Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah, terjemah dari kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi. Diterjemahkan oleh Ustadz Idral Harits, Pengantar Ustadz Muhammad Umar As Sewwed.

0 comments:

Post a Comment

Template Information

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BELAJAR ISLAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger